Mama

mama

Mama, jangan lepas tanganku
di lautan manusia ini aku berjalan tersaruk
berjinjit mencari celah kemana arahku, yang terhalang seliweran orang banyak
menutup jalanku, menutup cahayaku

Mama, jangan kau lepas aku
aku terinjak-injak waktu dan zaman
tergilas kekuasaan
juga gemerlap lampu malam yang bingar di setiap tepian

Mama, dengar; dengarlah tangisku
isak tertahan dalam diam
tapi nyaring dalam hatiku, yang tenggelam oleh kilas hitam dunia dan realita
pilu sendu yang kutelan dalam-dalam dari permukaan
takut-takut mereka melihat lemahku dan semakin mendorongku

Mama, jangan berpaling dariku
dalam kencangnya angin dan deras hujan menerpa, tetaplah jadi rumahku
tempatku berteduh, beristirahat di malam hari
sebelum besok berjalan kembali

Jangan kau lepas tanganku
Jangan kau lepas aku

– 14 Agustus 2018

pena runcing
ahazrina

sajak, kata, kisah, potret, pena

Author: ahazrina

sajak, kata, kisah, potret, pena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *