Pembungkus Luka

Dari kecil, aku terbiasa nggak membungkus luka dengan plester dan cuma pakai minyak biar cepat sembuh. Jadi dulu aku nggak sering pakai pembungkus luka seperti plester, atau obat merah. Baru beberapa tahun belakangan, aku mulai pakai plester karena lukanya sering perih kena air.

Dan karena mulai sering pakai plester, aku menyadari kalau luka justru lebih cepat sembuh ketika aku bungkus dengan baik. Jadi nggak sering kena air, nggak kena goresan benda-benda lagi. Proses luka menutup ketika dibungkus dengan cuma dibiarkan cukup jauh bedanya.

Continue reading “Pembungkus Luka”

Menunggu Kwetiau Goreng

Belum lama ini, aku beli kwetiau goreng di abang nasgor dekat rumah. Aku suka kwetiau di abang ini, tapi abangnya tuh selow banget kalau masak. Kayak dia memasak dengan waktu dan temponya sendiri, nggak ada pressure sama sekali. Jadi seringnya aku perlu menunggu lama kalau mau beli kwetiau goreng di abang itu.

Nah, waktu itu aku lagi pengen banget makan kwetiau gorengnya. Biasanya aku males beli di situ kalau lagi capek, pulang kerja gitu. Tapi karena pengen banget, jadi yaudah aku tetap beli di situ. Aku pun udah berekspektasi kalau bakal lama deh ini si abang.

Continue reading “Menunggu Kwetiau Goreng”

Hari Merdeka, Makna Merdeka

Masih dalam rangka menyemarakkan Hari Merdeka alias 17 Agustus-an, aku mau bahas tentang konsep merdeka yang jadi pertanyaan di kepalaku. Sudah 78 tahun Indonesia merdeka, tapi apakah kita benar-benar merdeka? Atau justru sebaliknya, terlalu merdeka?

Lebih mendalam lagi, apakah Indonesia sekarang sudah seperti apa yang diangankan para pahlawan kita saat memperjuangkan kemerdekaan dulu?

Continue reading “Hari Merdeka, Makna Merdeka”

Avocado vs Choco Blend; Bukan Semata Perkara Selera

Sebelum ada misleading karena judulnya Avocado vs Choco Blend, aku mau bilang dulu kalo tulisan ini sama sekali bukan bahas resep. Bukan juga review menu minuman dari salah satu brand kopi. Dan seperti yang tertera di judul, ini bukan semata perkara selera.

Terus, sebenarnya ini apa?

Continue reading “Avocado vs Choco Blend; Bukan Semata Perkara Selera”

Itung-itungan

Itung-itungan | Aku jatuh pas lagi lari, literally jatuh kesandung batu. Sakit sih, tapi nggak banget-banget. Yang lebih mendominasi malah kesel dengan kenyataan aku jatuhnya itu. Kayak menambah penderitaan dari masalah dan musibah yang aku alami akhir-akhir ini. Seolah bikin hidupku yang udah gelap jadi menggelap dan semakin gelap. Sekarang lari pagi doang pun pake acara jatuh segala?

Padahal, itu cuma jatuh sedikit doang. Padahal aku cuma kesandung sedikit doang, sakit sedikit doang. Agak perih sih, tapi aku masih bisa lanjut lari abis itu. Kakiku masih bisa kupakai dengan baik, pulang sampai rumah dengan selamat. Bekas lukanya malah udah mulai kering sekarang.

Continue reading “Itung-itungan”

Merobohkan Berhala

Merobohkan Berhala – Pas belajar SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) di sekolah dulu, aku nggak habis pikir sama orang-orang yang bikin dinasti Islam hancur. Orang-orang itu padahal kan paham betul ajaran Islam, apalagi mereka belum begitu jauh juga masanya dari Rasulullah. Tapi malah mereka melakukan nepotisme, berebut kekuasaan, dan hal-hal buruk lainnya yang bikin dinasti-dinasti Islam hancur.

Jadi pas belajar SKI itu tuh aku terus aja nggak habis pikir, nggak ngerti kok bisa mereka ngelakuin semua itu? Mereka yang dari nama aja udah Islami banget, ngerti agama juga gitu. Harusnya mereka tahu kalo yang mereka lakuin itu buruk dan salah, kan? Tapi kenapa mereka tetep melakukannya?

Continue reading “Merobohkan Berhala”

Pesan, Persepsi, Komunikasi

Dulu pas belajar matkul pengantar di tahun pertama kuliah, ada materi tentang dasar-dasar komunikasi. Beberapa di antaranya adalah proses penyampaian pesan dan pembentukan persepsi.

Di proses penyampaian pesan, inti materi yang masih aku inget sampai sekarang adalah fakta bahwa pesan yang ingin kita sampaikan belum tentu bisa diterima dalam bentuk yang sama. Pesan yang kita maksud bisa jadi berbeda dengan pesan yang ditangkap penerima. Ada faktor-faktor yang membuat penerimaan pesan jadi berbeda, beberapa di antaranya opini pribadi penerima dan keadaan di sekitar penerima.

Continue reading “Pesan, Persepsi, Komunikasi”

New Genre

New Genre Salah satu perubahan yang terjadi karena COVID buat aku adalah dengerin lagu-lagu yang nggak aku denger sebelumnya. Saking jadi sering dengerin lagu, terus lama-lama bosen juga denger lagu itu-itu lagi (meski itu lagu-lagu kesukaanku, seleraku); akhirnya aku jadi nyoba dengerin lagu-lagu lain.

Dan itu ternyata jadi pengalaman baru yang menyenangkan buat aku.

Continue reading “New Genre”

Bekas Luka

Aku punya bekas luka di telapak kaki. Luka bakar waktu jalan di atas bara pas acara OSPEK dulu. Waktu itu emang lagi hits (?) acara jalan di atas bara; yang katanya nggak sakit kalau kita yakin nggak akan sakit.

Dan baik dulu maupun sekarang, aku nggak percaya hal itu. Namanya jalan di atas bara, bara yang apinya bahkan masih kelihatan oren-oren; ya bakal panas lah. Ya bakal sakit lah. Ya bakal terbakar lah.

Continue reading “Bekas Luka”