Melangkah: Silat, Budaya Sumba, dan Teori Sumber Daya

melangkah

{Review singkat dan pandangan pribadi tentang novel Melangkah, migrasi dari Tumblr}

Penulis: J.S. Khairen

Penerbit: Grasindo, 2020

Genre: Fiction, Fantasy, Action-Economic

What’s this book about

Empat sahabat yang niat awalnya ke Sumba untuk liburan, malah terjebak petualangan melawan penjahat. Perpaduan antara mahasiswa ekonomi, silat, budaya Sumba, listrik, dan teori sumber daya. Juga nuansa fantasi dan action yang disajikan dengan waktu saat ini, semacam perpaduan budaya modern dan tradisional dalam satu buku.

What draws me to Melangkah

Perpaduan-perpaduan unik itu! Perpaduan yang jarang ditemui di novel Indonesia, dan bikin aku langsung tertarik begitu lihat cover & sinopsisnya.

Terus aku emang lagi pengen baca yang fantasi. Tapi selama ini banyaknya yang fantasi itu novel luar, padahal aku pribadi lebih suka baca novel Indonesia. Lebih bisa relate aja dan lebih bagus bahasanya dibanding yang terjemahan, meski sama-sama Bahasa Indonesia.

Sejujurnya juga aku udah cukup lama nggak baca novel, karena tiap ke toko buku selalu mentok nggak tahu mau beli apa. Sama romance bosen, slice of life juga terlalu bikin inget sama kenyataan hidup wkwk. Yaa emang bener-bener pengen yang seru, yang petualangan, action, kalo bisa ada fantasinya. Jadi nemu novel ini di rak toko buku kayak menjawab apa yang aku cari 🙂

What keeps me going

Sejujurnya ini pertama kali aku baca karya dari sang penulis, jadi aku pun nggak berekspektasi apapun 😀

Cuma yang jelas, aku menikmati ceritanya dengan baik. Dan karena setting waktunya emang jaman sekarang, jadi gampang ngikutin cerita dan dialog para tokohnya.

Terus aku juga ikut terhanyut dalam konflik yang ada dalam cerita itu. Ikut terhanyut dalam petualangan mereka, sampai pas udah selesai aku kayak sayang gitu; “Yah kok udah abis”. Kayak masih berada di petualangan Sumba itu, pengen lebih panjang lagi ceritanya >.<

What makes things better

Karena ini setting tempatnya di Sumba, ada beberapa istilah dan bahasa Sumba dalam buku ini. Tapi sayangnya di novel ini nggak dijelaskan, atau setidaknya dikasih tahu artinya. Aku sampai nyari-nyari apa ada glossarium, catatan kaki, atau bagian apalah yang menjelaskan istilah itu; tapi ga nemu juga. 

Jadi sampai akhir aku nggak paham Pasola itu sebenarnya apa, Wolla Mpoddu itu festival apa, dan beberapa istilah lain. Mungkin akan jauh lebih baik kalau semua itu dijelaskan, apalagi pasti banyak pembaca yang nggak familiar dengan budaya Sumba 🙂

Personal advice for reading Melangkah

Pas lagi googling tentang novel ini, aku baru tahu ada book trailer-nya di YouTube. Sayangnya aku baru tahu setelah baca bukunya, padahal kalo nonton dulu baru baca akan lebih berasa nuansa Sumba nya.

Jadi saranku buat yang mau baca novel ini, tonton dulu book trailer Melangkah biar lebih kebayang setting tempatnya. Terutama buat yang belum pernah ke Sumba dan belum tahu Sumba gimana, kayak aku gini 😀

Favorite quote in Melangkah

“Saat kau menyerah pada hal-hal yang mampu mengukir senyummu, saat itu juga menu kebahagiaan yang telah lama kau pesan lewat doa, tak jadi diantarkan.”

Waiting for

Berlari!

Novel ini kayaknya akan ada series gitu, meski aku juga nggak tahu tokohnya masih sama apa engga. Cuma semoga aja sama biar lebih seru, apalagi penjahatnya juga kayaknya masih satu line (?) sama novel Melangkah ini.

Special Thanks

Terima kasih untuk penulis, J.S. Khairen, karena telah menghadirkan novel ini dan mewarnai blantika novel nusantara :)))

Aku melihat novel ini kayak semacam angin segar di dunia pernovelan Indonesia, karena unik dan berani. Pasti nggak gampang mengangkat tema semacam ini, apalagi bawa-bawa budaya mistis bercampur fantasi kan. Tapi penulis bisa mengemasnya dengan sangat baik dan membuat ceritanya enak dibaca. Keren!

Jadi sekali lagi terima kasih banyak untuk penulis. Ditunggu Berlari-nya!

Currently reading: Aroma Karsa

Reading list: Kami (Bukan) Jongos Berdasi

pena runcing
ahazrina

sajak, kata, kisah, potret, pena

Author: ahazrina

sajak, kata, kisah, potret, pena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *